Cinta…
Senja…
Mampukah kau jawab lamunanku..
Apa yang terjadi dalam nuraniku..?
Mengapa pekat tak juga pergi
Siapa dia.. mahluk Tuhan yang tanpa permisi mengambilsesuatu
Milikku..dalam jiwaku
Kepingan itu.. mata batinku..
Dia buat relungini gemerlap namun meredup seketika
Dia buat aku takut.. takut…..
Ketakutan yang menyelusup hingga ke urat nadi
Tak ingin ia lepas dari pandangan ini
Apa ini seperti yang mereka katakan..
Yang diagungkan sebagian orang di muka bumi
Yang katanya hidup tak berwarna tanpanya..?
Atau ini hanya takut kehilangan yang begitu dalam
Aku yang merasa sang empunya dirinya
Atau.. hanya teriakan kecil sang aku dalam diri ini
Ah..
Entahlah..
Boleh kukatakan engkau kejam?
Membuatku berputar tiada pasti
Dan tlah butakan mataku.. dari apa sebenarnya tujuanku
Memang kau kejam
Ku tak peduli lagi siapa diriku..
Tapi ku selalu menelusuri tentangmu
Siang malam berjalan di kehampaan
Bintang pun tak kuasa menunjukkan arahku pulang..
Membawasegenggam buah tangan
Sesuatu dalam dirimu..
Mehilanglah jika cahaya itu bukan untukku
Jangan kau tutupi langitku..
Fajar belumlah lagi muncul..
Dalam larut terjaga ku dari sadarku
Aku ingin pergi..
Lepaskan diridari benang-benang yang mencekat leher ini..
Melangkah menjauh menuju eden impianku
Tapi satu pintaku sebelumnya
Kembalikan milikku
Pancaranku.. mataku..
Hatiku….. yang tlah kau rebut sejak hari itu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar